4 Penemuan Menakjubkan yang di Temukan Oleh Orang Indonesia

Sabtu, 24 Juni 2017
Tahukah kalian bahwa orang Indonesia juga jenius. Jadi mengapa Indonesia jauh tertinggal dari negara lain dalam hal teknologi jika kita memiliki orang jenius? Hanya satu kata yang dapat kami katakan, yaitu kurangnya Disiplin.

Banyak anak sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia telah memenangkan banyak medali di bidang pengetahuan olimpiade atau kompetisi. Katakanlah pada jurusan Fisika, Matematika, Biologi atau bahkan pada sebuah kompetisi debat internasional Indonesia telah memenangkan banyak penghargaan dan minimal berada di posisi kedua atau ketiga.

Di negara kita pernah terjadi krisis moneter yang besar terjadi pada tahun 1998 yang berdampak sangat buruk terhadap perekonomian Indonesia. Jika saja krisis moneter tidak terjadi, Indonesia sekarang mungkin akan menjadi salah satu negara terhebat di dunia yang menguasai ekonomi dan juga teknologi.

Berikut ini adalah  penemuan besar atau penemuan dibidang ilmu oleh penemu Indonesia untuk membuktikan bahwa orang indonesia juga sangat jenius:

1. "Penemu alat Pengolah tenaga matahari" (Minto)
2. "Penemu Indikator Alam (Terumbu Karang) terhadap Siklus GempaTeori" (Danny Hilman)
3. "Penemu kontruksi cakar ayam" (Sedyatmo)
4. "Penemu Crack progresi untuk Pesawat" (B.J Habibie)

Orang Indonesia bisa saja bersaing dengan negara-negara lain dalam hal kecerdasan, tetapi sifat disiplin dan malas adalah dua perilaku buruk yang menjangkit masyarakat indonesia saat ini. Presiden Joko Widodo bahkan membuat slogan khusus hanya untuk mengalihkan perhatiannya untuk mengubah perilaku dan pola pikir yang buruk ini: "Kerja, kerja, kerja".

Tapi tidak untuk 7 orang Indonesia ini. Mereka melakukan kerja keras, disiplin, dan tekad untuk membuat penemuan-penemuan yang telah diakui dunia. Mereka membuktikan jika orang Indonesia bisa melakukan disiplin dan kerja keras, dan kemudian menciptakan sebuah teknologi yang bermanfaat untuk orang lain.

1. "Penemu alat Pengolah tenaga matahari" (Minto)
Berawal dari sebuah pemikiran bahwa setiap bahan bakar tunggal yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari akan lenyap suatu hari nanti, seorang pria dari kota Madiun bernama Minto telah berhasil membuat kompor bertenaga surya pertama di dunia. Penemuan ini diilhami oleh fakta bahwa orang-orang di masyarakat terlalu bergantung pada kayu sebagai bahan bakar utama mereka sehari-hari untuk memenuhi kehidupan sehari-hari mereka. Minto kemudian termotivasi untuk membuat kompor yang menggunakan panas matahari sebagai bahan bakar utama (energi).
Minto - Kompor Tenaga Surya
Ia berhasil memfokuskan energi matahari dan memposisikan reflektor langsung ke matahari. Dengan penemuannya, dia bisa membuat liter air untuk mencapai suhu mendidih dengan menggunakan reflektor diameter 190 cm dalam 5 menit. Penemuan ini juga mendapat banyak penghargaan dari banyak institusi pendidikan di Indonesia, termasuk dari dua presiden, Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono.

2. "Penemu Indikator Alam (Terumbu Karang) terhadap Siklus GempaTeori" (Danny Hilman)
Danny hilman, seorang dokter geologi yang pernah belajar di Institut Teknologi Bandung dan Institut Teknologi California adalah ilmuwan peneliti gempa. Kemampuannya diakui oleh banyak komunitas. Tinggal di Indonesia yang memiliki peluang besar untuk gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi membuatnya tertarik untuk belajar lebih dalam tentang geologi.
Danny Hilman : Jawa Pos
Sejak tahun 2000, Danny sering menyatakan ramalannya tentang gempa besar yang akan terjadi di samudera barat pulau Sumatera. Pada teorinya, sejarah gempa bisa diketahui dengan melakukan penelitian tentang terumbu karang yang menyebar di sekitar lautan sebuah pulau. Dari bentuk atom mikro yang berbentuk seperti topi koboi yang ditemukannya, ia bisa mengetahui bahwa samudra barat pulau Sumatera pernah mengalami peningkatan dan deluing pada periode ratusan tahun di masa lalu.

Dengan meneliti bentuk dan struktur lapisan terumbu karang, ia dapat mengetahui bahwa kepulauan Mentawai pernah mengalami gempa besar pada tahun 300, 1360 dan 1610. Dan juga dari penelitian tersebut, ia dapat memprediksi jika gempa yang sama akan terjadi dalam periode waktu tertentu. di masa depan.

3. "Penemu kontruksi cakar ayam" (Sedyatmo)
Nama Sedyatmo mungkin masih terdengar asing bagi banyak masyarakat umum sekarang, tapi siapa tahu dari kecerdasan dan gagasannya untuk menciptakan pondasi bangunan kokoh di atas tanah labil telah digunakan di banyak negara.
Pondasi Ceker Ayam 
Prof.Dr.Ir. Sedyatmo berasal dari kota Karanganyar, provinsi Jawa Tengah, dia adalah tokoh teknik sipil dan juga seorang ilmuwan, praktisi, dan seorang profesor teknik sipil di Institut Teknologi Teknologi Bandung. Sebagai pejabat di perusahaan listrik negara, ia memiliki tugas membangun menara listrik bertegangan tinggi di daerah rawa di kota Jogjakarta. Saat itu, ia dihadapkan dengan struktur tanah yang lunak dan labil. Sedyatmo berpikir keras untuk menemukan cara yang lebih efektif sampai dia menemukan ide untuk membangun menara di atas pondasi beton dan bertahan dengan pipa beton di bagian bawah.

Beton dan pipa ini kemudian menyatukan dan menyerap tanah lunak dengan kekuatan sehingga bisa menjadi pondasi menara yang kuat.

4. "Penemu Crack progresi untuk Pesawat" (B.J Habibie)
Produsen pesawat itu tidak tahu bagaimana sebenarnya daya tahan tubuh pesawat saat digunakan, pada awal tahun 1990-an, kecelakaan pesawat terbang banyak terjadi karena kerusakan yang tidak terdeteksi pada bodi pesawat. Daya tahan tubuh pesawat pun sulit diukur karena teknologi terbatas saat itu. Titik lemah berbahaya ini biasanya terletak di antara sayap dan badan pesawat terbang. Atau antara sayap dan mesin. Itulah unsur yang sering terguncang parah, apakah saat lepas landas baik pendaratan.
Crack Propagation Theory (sumber: code-aster)
Sampai saat itu, Pak Habibie menemukan bagaimana titik lemah yang berbahaya bekerja, perhitungan yang sangat rinci, hingga perhitungan atomik. Pada penerbangan, teori Habibie kemudian disebut sebagai "crack progression Dan kemudian membuat julukan baru Habibie sebagai" Mr. Crack "Berdasarkan teori ini, pesawat terbang sekarang lebih aman. Tidak hanya mengurangi kecelakaan pesawat terbang, tapi juga mempermudah dan membenahi perawatan.

Pada formula penerbangan, penemuan ini dikenal dengan "Habibie Theory". Dengan mengambil keuntungan dari teori ini, jumlah penumpang pesawat terbang bisa meningkat sehingga jarak perjalanannya.

Oleh : Andik Setyawan

You Might Also Like

0 komentar