Pemerintah Merilis Peta NKRI Baru , Begini Perbedaannya Dengan Yang Lama

Minggu, 16 Juli 2017

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sudah merilis peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diperbarui pada Jumat (14/7). Dengan adnya PETA baru ini ada beberapa titik gambar yang berubah.

src: maritim.go.id
Dikutip dari halaman resmi Kementerian Koordinator Bidang kemaritiman Republik Indonesia, bapak Arif Havas Oegroseno selaku deputi bidang koordinasi mengatakan bahwa ada beberapa faktor dan hal-hal yang menyebabkan pembaharuan PETA indonesia saat ini. Salah satu penyebabnya adalah adanya perjanjian dengan beberapa negara yang dekat dengat teritorial negara indonesia.

Dengan adanya perjanjian antara Indonesia dan singapura tentang perbatasan negara di wilayah barat dan timur dan juga ada perjanjian batas ZEE antara Indonesia dengan filipina akan disepakati bersama-sama sehingga tidak lama lagi akan terealisasi.
src: maritim.go.id, Lebih jelasnya silahkan download file pdf peta berikut :  [Peta NKRI 2017] *70mb
Nah, apa-apa saja perbedaaan antara PETA lama indonesia dengan PETA baru ini? Simak baik-baik dibawah ini.

1. Batas antara NKRI dengan negara Filipina di sebelah Laut Sulawesi. Pembaharuan PETA baru ini menyangkut perbatasan antara negara Indonesia dengan negara Filipina di sebalah Laut Sulawesi. Jika sebelumnya ditandai dengan garis putus-putus, sekarang garisnya telah menyatu. Adapun penyebabnya karena perjanjian ZTE (Zona Tangkap Eksklusif) antara Indonesia dengan Filipina telah selesai.
src: maritim.go.id, Lebih jelasnya silahkan download file pdf peta berikut :  [Peta NKRI 2017] *70mb
2. Perubahan dari nama Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara. 
Jika sebelumnya pada PETA lama indonesia bernama Laut Cina Selatan, saat ini di PETA baru Indonesia menegaskan bahwa wilayah yurisdiksinya dengan menamai laut di utara Kepulauan Natuna itu sebagai Laut Natuna Utara.
src: maritim.go.id, Lebih jelasnya silahkan download file pdf peta berikut :  [Peta NKRI 2017] *70mb
3. Adanya Perbatasan dengan pulau-pulau. 
Pada gambar PETA yang lama, batas antara wilayah masih melengkung dan diberi ruang garis berbentuk lurus untuk pulau. Jika saat ini ditarik garis lurus dan ditutup sehingga menekan sampai sepanjang 100 mil. Karena batas ZTE (Zona Tangkap Eksklusif) menjadi perairan Indonesia, dua pulau sebelumnya Karang Helen dan Pulau Tobi diberi ruang 12 nautical mile (zona perairan).

4. Perbatasan yang terdapat di Selat Malaka. 
Pada PETA baru ini, Indonesia juga mempertegas klaim atas Selat Malaka. Kalau sebelumnya ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) antara NKRI dengan malaysia belum selesai. Pada peta terbaru ini, Indonesia menyatakan lebih maju menekan terhadap malaysia.

5.Wilayah Perbatasan antara NKRI, Singapura, dan Malaysia yang ada di Selat Riau. 
Adanya perbedaan pada batas laut teritorial yang ada di selat riau juga menjadi faktor. Pada PETA sebelumnya tidak terdapat zona perairan, yaitu South Ledge dan Pedra Branca. Pada PETA saat ini diberikan zona perairan. Pedra Branca sendiri dimiliki oleh Singapura, sedangkan South Ledge masih negosiasi antara Singapura dan Malaysia. Kedua wilayah tersebut diberikan alokasi seukuran 500 meter.

Ingin melihat Peta penuh NKRI dengan resolusi besar, download link berikut : [Peta NKRI 2017] *70mb

Demikianlah beberapa perbedaan yang terdapat pada peta terbaru NKRI. Menurut kalian apakah terdapat perbedaan yang besar antara PETA yang lama dengan yang baru?

You Might Also Like

0 komentar